Berawal Dari Coba-Coba Investasi, Sekarang Jadi CEO Startup

Last Updated August 2, 2019


 

Belakangan ini berita mengenai cryptocurrency sedang naik daun banget ya, kamu bisa lihat berita tentang crypto di berbagai media, seperti Instagram, Tiktok, Twitter, bahkan TV. Permasalahan yang sering dihadapi oleh pemain cryptocurrency adalah jenis coin crypto yang jumlahnya banyak. 

Hal ini membuat pemainnya cukup sulit untuk memantau, ditambah lagi harganya yang naik turun dalam hitungan detik saja. Sekarang kamu tidak perlu khawatir, berangkat dari permasalahan tersebut, seorang mahasiswa Sistem Informasi semester 7 Universitas Multimedia Nusantara memiliki ide untuk membuat sebuah aplikasi bernama Pensil yang cocok untuk para investor crypto loh! Yuk kita intip profilnya!

Berawal dari iseng-iseng investasi crypto, Kevin Widjaja berhasil membuat sebuah startup yang sangat membantu para investor. Pada awalnya, Kevin mengalami kesulitan saat mencatat daftar coin-coin crypto yang sudah ia beli. Kevin masih menulis manual di Microsoft Excel sehingga ada beberapa transaksi yang missed, ia juga perlu menggunakan rumus untuk menghitung laba dan rugi yang sudah didapatkan. Fluktuasi yang ada di pasar crypto juga sangat tinggi, bahkan berubah setiap detik. Hal inilah yang menjadi gagasan dasar terbentuknya Pensil, aplikasi pencatat portofolio dengan cita rasa lokal sehingga mudah digunakan oleh masyarakat Indonesia.

Sebelumnya, Kevin Widjaja selaku CEO Pensil pernah tergabung dalam sebuah startup bernama ‘Gajiku’ yang merupakan project dari mata kuliah technopreneurship. Gajiku sendiri memperoleh juara satu pada Startup Weekend Indonesia UMN 2020 dan juara National Public Favorite Startup di tingkat nasional. Namun, ada beberapa kendala yang perlu dihadapi sehingga Gajiku tidak dilanjutkan. Berbekal pengalaman yang cukup banyak, akhirnya Kevin mengajak teman-temannya untuk membuat startup baru bernama Pensil.

Pensil memutuskan ikut Skystar Ventures batch 8 untuk mendapatkan banyak ilmu dan networking yang bisa menambah insight tim. Salah satu ilmu yang paling berguna bagi Pensil adalah sesi mentoring yang dibawakan oleh Arvy Budiarto selaku  CEO dari Agile Technica. Arvy mengajarkan bahwa sebuah startup dapat memanfaatkan plugins dan framework yang tersedia secara terbuka di internet, jadi tidak perlu coding dari awal.

Kata-kata yang paling mengesankan bagi tim Pensil dari sesi mentoring tersebut adalah “Don’t reinvent the wheel” karena sudah ada yang menciptakan “wheel” tersebut. Yang perlu lakukan adalah merancang berbagai komponen agar menjadi aplikasi yang baik. Tidak lama setelah itu, tim Pensil langsung membagi tugas dan bekerja. Wah, ternyata sesi mentoring Skystar Ventures dapat memberikan semangat bagi para pesertanya ya!

Saat ini, Pensil sedang fokus mengembangkan aplikasinya di platform Android sebagai produk utama. Selain itu, promosi melalui media sosial Instagram @pensilcrypto juga sedang dimaksimalkan oleh tim. Siapa nih yang sudah tidak sabar menggunakan aplikasi Pensil? Stay tune ya! Jangan lupa follow Instagram mereka di @pensilcrypto.

By Natalia Maria Josephine | Skystar Ventures

 

Discover More About News

These articles might suits you.

Thursday, 21 October 2021

UMN Masuk Tujuh Besar Kampus Swasta Terbaik di Jakarta

TANGERANG – Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menyelenggarakan Sidang Senat Terbuka-Kuliah Perdana UMN 2021 ...

Read More

Thursday, 21 October 2021

Siap Beroperasi, Multimedia Nusantara Polytechnic Adakan Syukuran Gedung

TANGERANG – Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menyelenggarakan Sidang Senat Terbuka-Kuliah Perdana UMN 2021 ...

Read More

Friday, 24 September 2021

UMN Terus Dukung Mahasiswa Baru Tetap Jadi Generasi Unggul Meski Diterpa Pandemi

TANGERANG – Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menyelenggarakan Sidang Senat Terbuka-Kuliah Perdana UMN 2021 ...

Read More

Featured Content

Konten terbaru dari Instagram Pusat Karir UMN.